![]() |
| Buah Symplocos,Sp (Lobha) |
Menurut
Lemmens dkk, bahan pewarna alami dapat diperoleh dari berbagai jenis
tumbuh-tumbuhan yang berasal dari berbagai jenis tumbuhan seperti: warna merah
dari bagian akar (Rubia cordifolia L.), warna kuning jingga dari curcuma longa
L. Resin-gom pada pepagan Garcinia hanbunyi hook.f. warna kuning dari kayu
secang daun tarum, buah (kesumbah), buah pewarna hitam lembayung dari termelia
belirica. Fungsi bahan yang dimanfaatkan sebagai bahan pewarna di dalam bagian
tumbuhan tergantung pada struktur kimia dan letaknya pada tumbuhan yang
dipengaruhi oleh klorofil yang terlibat dalam rangka konservasi cahaya dalam
proses fotosintetis.
Pada umummnya
golongan pigmen tumbuhan adalah kloropfil, karotenoid, flovonoid dan kuinon.
Pewarna nabati yang digunakan untuk mewarna tekstil dapat dikelompokan menjadi
empat tipe menurut sifatnya:
·
Pewarna lagsung dari ikatan hidrogen dengan
kelompok hidroksil dari serat, pewarna ini mudah luntur contohnya kurkumin.
![]() |
| Bunga Syplocos,Sp (Lobha) |
·
Pewarna asam dan basa yang masing-masing
berkombinasi dengan kelompok asambasa wol dan sutra, sedangkan katun tidak
dapat kekal warnanya jika diwarnai, contohnya pigmen – pigmen flavonoid.
·
Pewarna lemak yang ditimbulkan kembali pada
serat yang melalui proses redoks, pewarna ini seringkali memperlihatkan
kekekalan yang istimewah terhadap cahaya dan pencucuian, contohnya Tarum.
·
Pewarna mordan yang dapat mewarnai tekstil yang
telah diberi mordan berupa senyawa etal polivalen; Pewarna ini sangat kekal
contohnya alizarin dan morindin.
Dalam
pencelupan dangan zat warna alam pada umumnya diperlukan pengerjaan mordanting
pada bahan yang akan dicelup atau dicap dimana proses mordanting ini di lakukan
dengan merendam bahan kedalam garam-garam logam seperti alamenium, besi, timah,
atau crom. Zat-zat mordan ini berfungsi untuk membentuk jembatan kimia antara
zat warna alam dengan serat sehingga afinitas zat warna meningkat terhadap
serat (N Wulijarni – Soecipto,1999).Hal ini sesuai dengan hasil penelitian
perubahan sifat fisika dan kimia kain sutera akibat pewarna alami kulit akar
mangkudu yang dilakukan oleh Tiani Hamid dan Dasep Mukhlis pada( 2005)
menujukan bahwa penggunaan mordan dapat mengurangi kelunturan warna kain
terhadap pengaruh pencucian. Hal ini menunjukan senyawa mordan mampu mengikat
warna sehingga tidak mudah luntur.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar