Loba (Symplocos sp) merupakan
jenis Flora yang perlu di konservasi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Tumbuhan
ini biasa dimanfaatkan “mordant” (bahan garam logam untuk pengikat warna
alami), dalam proses pewarnaan kain tradisional di NTT.
Berkembangnya masyarakat perajin
tenun NTT menyebabkan permintaan akan daun di pasaran sangat tinggi. Pada umum
masyarakat mengumpulkan daun dan kulit lobha dari kawasan hutan saja. Belum ada
teknologi konservasi baik itu Insitu maupun Eksitu yang mendukung Domestikasi
Lobha menyebabkan tekanan yang serius pada jenis tanaman ini. Berdasarkan hal
tersebut di atas maka kelompok Tani Naa Ana melakukan observasi serta
identifikasi yang bertujuan untuk melaksanakan Konservasi baik insitu maupun
eksitu Lobha di habitat aslinya maupun dan melakukan upaya Domestikasi /
budidaya dengan ujicoba penanaman di lahan masyarakat serta melakukan
identifikasi jenisnya serta produktifitasnya sebagai acuan pemanfaatannya yang
lestari juga menggali data-data dan informasi mengenai aspek sosial ekonomi
yang meliputi tingkat pengetahuan dan
presepsi masyarakat serta prospek pasarannya.
Hasil usaha identifikssi
menunjukan bahwa dalam Kawasan Hutan dan
sekitarnya diwilayah Desa Mbo Bhenga
terdapat tanaman Lobha (Symplocos sp) pada tingkat Pohon , Tiang, dan Pancang.
Hal ini menunjukan bahwa di wilayah Desa Mbo Bhenga sangat berpotensi untuk di
kembangkan tanaman Lobha (Symplocos sp).
Hasil identifikasi jenis
menunjukan bahwa Lobha yang pakai atau
yang digunakan oleh para perajin tradisional di masyarakat Desa Mbo Bhenga ada
dua jenis yaitu Lobha manu (Symplocos faciculata) dan Lobha Wawi (Symplocos
chochisinensis).
Hasil identifikasi dari aspek
sosial dan ekonomi Tanaman Lobha menunjukan bahwa Pengetahuan masyarakat
tentang Lobha sudah ada sejak dahulu
secara turun temurun baik itu mengenai jenis pohonnya bagian tanaman yang di
gunakan sampai dengan
pemanfaatannya. Ada semacam harapan dari
masyarakat agar instansi terkait dapat memfasilitasi untuk mengembangkan
tanaman Lobha bukan hanya berkaitannya dengan tenun namun juga melalui
diversifikasi prodak dan juga teknologi domestikasinya / budi dayanya.
Kegiatan konservasi di luar
kawasan atau dilahan masyarakat sudah dilaksanakan sejak 2 tahun terakir untuk mendukung upaya pelestarian
tanaman Lobha di kawasan hutan Desa Mbo Bhenga dan sebagai upaya domestikasi /
budidaya sehingga yang diharapkan nanti untuk diperjual – belikan bukan lagi
hasil daun tanamn Lobha dari hutan alam atau kawasan hutan namun sudah merupakan prodak budidaya
sehingga konservasi dapat sejalan dengan pemanfaatanya demi kesejahtraan
masyarakat sekaligus melestarikan budaya tenun ikat masyarakat Ende – Flores –
NTT – maupun di luar NTT


Tidak ada komentar:
Posting Komentar