Minggu, 05 Maret 2017

Budidaya LOBHA Symplocos sp (Pendahuluan)



Loba (Symplocos sp) merupakan jenis Flora yang perlu di konservasi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Tumbuhan ini biasa dimanfaatkan “mordant” (bahan garam logam untuk pengikat warna alami), dalam proses pewarnaan kain tradisional di NTT.
Berkembangnya masyarakat perajin tenun NTT menyebabkan permintaan akan daun di pasaran sangat tinggi. Pada umum masyarakat mengumpulkan daun dan kulit lobha dari kawasan hutan saja. Belum ada teknologi konservasi baik itu Insitu maupun Eksitu yang mendukung Domestikasi Lobha menyebabkan tekanan yang serius pada jenis tanaman ini. Berdasarkan hal tersebut di atas maka kelompok Tani Naa Ana melakukan observasi serta identifikasi yang bertujuan untuk melaksanakan Konservasi baik insitu maupun eksitu Lobha di habitat aslinya maupun dan melakukan upaya Domestikasi / budidaya dengan ujicoba penanaman di lahan masyarakat serta melakukan identifikasi jenisnya serta produktifitasnya sebagai acuan pemanfaatannya yang lestari juga menggali data-data dan informasi mengenai aspek sosial ekonomi yang meliputi tingkat pengetahuan  dan presepsi masyarakat serta prospek pasarannya.
Hasil usaha identifikssi menunjukan bahwa dalam  Kawasan Hutan dan sekitarnya diwilayah Desa  Mbo Bhenga terdapat tanaman Lobha (Symplocos sp) pada tingkat Pohon , Tiang, dan Pancang. Hal ini menunjukan bahwa di wilayah Desa Mbo Bhenga sangat berpotensi untuk di kembangkan tanaman Lobha (Symplocos sp).

Hasil identifikasi jenis menunjukan bahwa Lobha yang  pakai atau yang digunakan oleh para perajin tradisional di masyarakat Desa Mbo Bhenga ada dua jenis yaitu Lobha manu (Symplocos faciculata) dan Lobha Wawi (Symplocos chochisinensis).
Hasil identifikasi dari aspek sosial dan ekonomi Tanaman Lobha menunjukan bahwa Pengetahuan masyarakat tentang Lobha  sudah ada sejak dahulu secara turun temurun baik itu mengenai jenis pohonnya bagian tanaman yang di gunakan  sampai dengan pemanfaatannya.  Ada semacam harapan dari masyarakat agar instansi terkait dapat memfasilitasi untuk mengembangkan tanaman Lobha bukan hanya berkaitannya dengan tenun namun juga melalui diversifikasi prodak dan juga teknologi domestikasinya / budi dayanya.
Kegiatan konservasi di luar kawasan atau dilahan masyarakat sudah dilaksanakan sejak  2 tahun terakir untuk mendukung upaya pelestarian tanaman Lobha di kawasan hutan Desa Mbo Bhenga dan sebagai upaya domestikasi / budidaya sehingga yang diharapkan nanti untuk diperjual – belikan bukan lagi hasil daun tanamn Lobha dari hutan alam atau kawasan hutan  namun sudah merupakan prodak budidaya sehingga konservasi dapat sejalan dengan pemanfaatanya demi kesejahtraan masyarakat sekaligus melestarikan budaya tenun ikat masyarakat Ende – Flores – NTT – maupun di luar NTT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar